⛸️ Pembangunan Pola Pikir Dapat Diasah Melalui

Edwardde Bono dalam bukunya 'The Use of Lateral Thinking' (1967), membagi pola berpikir menjadi dua, yaitu vertikal dan lateral. Pola berpikir vertikal adalah pola berpikir logis konvensional yang selama ini umum dipakai. Pola berpikir ini dilakukan secara tahap demi tahap berdasarkan fakta yang ada, untuk mencari berbagai alternatif SistemTenaga Listrik di Indonesia (Agnes Owens) Pembangunan Pola Pikir Dapat Diasah Melalui. Pembangunan Pola SeGar 30 Desember 2021. Sponsored by Kominfo. Populer. Profil Irjen. Pol. Ferdy Sambo,Kadivpropam Polri. 13 Juli 2022. Kedapatan Bawa 50 Kg Sabu, Oknum Polisi Diamankan BNN Pusat. 11 Juli 2022 Orangorang dengan pola pikir growth mindset meyakini bahwa kecerdasan, bakat dan kualitas diri lainnya adalah hal yang harus terus dikembangkan dan diasah. Oleh karena itu, rasa ingin selalu belajar dan meningkatkan diri adalah ciri-ciri orang yang memiliki pola pikir growth mindset. Pola pikir growth mindset dan lingkungan kerja. sebelumnyamenurut saya, pola fikir seseorang itu dipengaruhi berbagai faktor seperti lingkungan, pendidikan, keturunan, dll. semakin kita bertumbuh maka semakin berkembang juga pola fikir kita. pendidikan meruapakan salah satu faktor yang amat penting untuk mempengaruhi pola fikir orang. karena melalui pendidikan, kita tidak hanya diajarkan Polapikir manusia adalah hal yang fitrah dalam diri manusia sendiri, dimana pola pikir ini mengalami beberapa tahapan revolusi dan perkembangan yang sejalan dengan perkembangan zaman. Mitologi mungkin akan terus eksis di dalam peradaban ini ketika manusia belum menemukan suatu jawaban atas sebuah misteri. Mitologi bisa tertanam ke dalam kepribadian yang paling prinsip sekalipun, bahkan Beritapembangunan pola pikir dapat diasah melalui terbaru hari ini. Lihat informasi seputar pembangunan pola pikir dapat diasah melalui terupdate yang telah kami kurasi untuk anda DasarPola Pikir Kewirausahaan dan Wirausaha Prof. Dr. Sam'un Jaja Raharja, M.Si. Ratih Purbasari, S.Sos., M.SM. alam banyak literatur, pembahasan mengenai kewirausahaan sudah lama muncul yaitu pada awal abad ke-18. Berdasarkan Soeharto Prawirokusumo (1997) dalam Suryana (2006), pada tahun 1755, istilah Pembangunanpola pikir dapat diasah - 25098224 apaansih350 apaansih350 24.10.2019 IPS Sekolah Menengah Pertama pembangunan pola pikir seseorang dpt diasah melalui keterampilan. Tengkyou ya kak aku jadi terbantu betul ngak nih? betul makasih jawabannya betul ngak ya makasih kak☺️ Iklan 9Alasan Mengapa Berpikir Abstrak Bermanfaat untuk Remaja. Pemikiran abstrak dapat membantu remaja untuk memecahkan masalah dengan baik. 25 Januari 2022. Freepik. Jemima Karyssa Rompies. Setiap orangtua tentu ingin anaknya dapat tumbuh menjadi anak yang berprestasi. Ada banyak hal yang diasah untuk mencapainya, tergantung dari kepribadian dan . Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Growth mindset merupakan pola pikir yang berkembang yang dapat diartikan sebagai kemampuan diri yang dapat dikembangkan dan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Perubahan pola pikir dapat tumbuh dan berkembang dengan berbagai cara yaitu membaca buku, melihat video pembelajaran, mengikuti pelatihan-pelatihan dan bisa sharing dengan teman-teman. Pola pikir bisa berubah karena informasi-informasi yang didapat kemudian diserap oleh otak kita. Otak itu berkaitan dengan pola pikir atau disebut pikir merupakan anugerah yang diberikan Allah SWT kepada manusia sehingga mampu berpikir dan membedakan benar serta salah. Pola pikir yang telah diberikan ini membedakan dengan makhluk lainnya yaitu hewan. Walaupun hewan diberikan otak tapi tidak diberikan akal pikir untuk berpikir. Jika ada manusia yang diberikan otak dan tidak digunakan akal pikirnya dengan sebaik baiknya, apakah bisa dikatakan sama dengan hewan? Kadang manusia sudah diberikan pola pikir yang gunanya untuk berpikir tetapi kenyataanya tidak digunakan dengan baik, seperti manusia yang bermalas-malasan untuk belajar dan tidak mau untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dalam dirinya. Padahal manusia diberikan akal untuk berpikir dan untuk menyelesaikan permasalahan. Otak yang berfungsi untuk berpikir dan yang ada dikepala kita harus digunakan sebaik mungkin sebab hal ini merupakan nikmat yang harus disyukuri. Gunakan pola pikirmu sebelum pikunmu datang. Gunakan pikiran positifmu sebelum pikiran negatif datang. Pikiran yang telah diberikan kepada kita haruslah digunakan benar-benar untuk berpikir dalam hal yang benar dan mampu digunakan secara maksimal. Kalaupun tidak digunakan secara maksimal akan membuat pikiran kita sulit berpikir sebab tidak sering diasah. Pikiran manusia ibaratkan seperti pisau yang tidak sering diasah membuat pikirannya menjadi tidak tajam, tidak mampu berpikir kritis dan analitis. Kalaupun pikiran kita sering diasah akan memberikan ketajaman berpikir yang kritis dan analitis. Maka sewaktu kita memiliki pikiran yang sehat harus digunakan dengan baik sebelum pikiran kita diserang sehingga menjadi nikmat yang sudah diberikan berupa pola pikir yang sehat harus digunakan sebaik mungkin dengan cara menggunakan pikiran untuk menyelesaikan masalah yang mudah ataupun sulit, menggunakan pola pikir untuk merumuskan kebijakan atau aturan dengan baik, menggunakan pola pikir untuk mengambil sebuah keputusan yang rumit, menggunakan pola pikir untuk menganalisis, menggunakan pola pikir untuk berpikir kreatif dan kritis. Jadi disini mensyukuri nikmat dengan cara menggunakan nikmat itu sebaik mungkin untuk Pola pikir tidak bisa digunakan semaksimal mungkin jika pola pikir kita tidak ada nutrisi yang dipenuhi. Perlu diingat bahwa dalam diri kita harus terpenuhi kebutuhan-kebutuhan diri. Kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi yaitu kebutuhan fisik, otak dan hati nurani. Kebutuhan fisik merupakan kebutuhan yang berkaitan dengan raga kita, melalui makan minum dan olahraga merupakan contoh dari pemenuhan kebutuhan fisik. Sedangkan kebutuhan otak juga harus dipenuhi kebutuhannya dengan cara makan-makan yang bergizi supaya otak dapat bekerja dengan baik, dengan membaca buku menambah ilmu dan pengetahuan, dengan menambah pengalaman membuat pemahaman tentang dunia juga bertambah. Kemudian hati nurani, fungsi hati nurani ini yaitu sebagai pedoman dan hati nurani sebagai norma untuk menilai sebuah perilaku bahwa tindakan itu baik atau buruk. Melalui agama maka hati nurani juga dapat membedakan bahwa yang dilakukan itu baik dan buruk, maka dengan demikian kebutuhan hati nurani yaitu dengan cara memahami ilmu agama supaya dapat membedakan baik dan kita merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang wajib dijaga dan dilindungi sebaik mungkin, sebab pikiran itu sangat penting. Kepala dan segala isi didalamnya yang terletak diatas sendiri ibaratkan pemimpin. Pemimpin itu pemegang koordinasi dan keputusan dari segala hal. Kalaupun pemimpin bilang A ya pasti bawahannya akan mengikuti apa yang diperintahkan pemimpinnya. Kalaupun pimpinannya baik pasti akan memberikan perintah yang jelas dan baik. Sama dengan pola pikir kita kalau pikiran kita kotor maka akan memberikan perintah untuk melakukan hal yang buruk dan sebaliknya kalau pikirannya baik maka akan menggerakan diri juga kearah yang baik. Maka yang perlu digarisbawahi yaitu yang menggerakan semua langkah dan gerak kita adalah pikiran kita. Jadi pikiran kita harus dijaga dengan baik sebab pikiran kita adalah pemimpin. Pikiran kita supaya terjaga dengan baik harus menghindari kebiasaan buruk dan juga harus menstimulus otak supaya tambah cerdas. Otak harus banyak distimulus maka akan membuat neuron tersambung satu dengan lainnya, apabila neuron semakin banyak tersambung antar neuron membuat semakin cerdas. Stimulus bisa melalui belajar bisa membaca buku, melihat youtube, mengikuti pelatihan dan sharing pada teman dan permainan yang mengedukasi. Jadi dalam konteks ini adalah memperbanyak stimulus supaya otak menjadi cerdas. Ibarat 1 + 1+ 1 + 1= 4, artinya menambah 1 pengetahuan ditambah 1 pengetahuan baru yang berbeda terus ditambah 1 serta ditambah lagi pengetahuannya akan menghasilkan ilmu pengetahuan yang kompleks di dalam otak kita. Jadi sering-seringlah menstimulus otak kita dengan ilmu pikir yang setiap harinya selalu diasah akan menghasilkan pola pikir yang memiliki ketajaman berpikir serta analisa yang mendalam dalam menghadapi masalah. Masalah yang ada didepan akan bisa dibedah oleh individu yang selalu mengasah pola pikirnya. Mengasah pola pikir yaitu dengan cara membaca buku, memperbanyak pengetahuan apapun dan mengasah kemampuan berpikir dengan memecahkan masalah. Memecahakan masalah tidak asal memecahkan masalah begitu saja tetapi memecahkan masalah dengan ilmu pengetahuan dan pengalaman. Artinya disini adalah ilmu yang mendasari perbuatan kita. Hal ini sejalan dengan taksonomi Bloom yaitu tahapan kognitif mulai tahapan pengetahuan sampai mengaplikasikan dan pola pikir yang growth mindset supaya pola pikiran kita dapat mengarahkan kepada yang baik sebab pikiran merupakan salah satu penyebab seseorang berperilaku. Mindset yang mengarahkan juga ingin bekerja dengan baik atau buruk. Kalau mindset kita sudah mengatakan saya malas ya nanti bakalan membuat males dalam aktivitas bekerjanya. Maka mindset yang seperti ini harus diubahnya supaya menjadi mindset yang semangat dalam bekerja. Ada juga pola pikir yang fixed mindset dan growth mindset, kalau orang yang bekerja didalam sebuah perusahaan harus mempunyai growth minset bukan fixed mindset. 1 2 Lihat Fiksiana Selengkapnya ArticlePDF AvailableAbstract and FiguresKegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan oleh KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Angkatan 96 Kelompok 211 dengan bersinergi bersama Kepala Dukuh Dusun Klumpit berupa sosialisasi Kampung Wisata di Melengan RT 08, Dusun Klumpit, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Program Kampung Wisata difokuskan pada Melengan RT 08 dengan segala potensi yang dimiliki. Mulai dari potensi alam, budaya, sejarah, kuliner, dan kerajinan. Kesemua potensi tersebut tanpa disadari warga mampu mendongkrak perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan warga. Penyelenggaraan sosialisasi Kampung Wisata bertujuan untuk menyadarkan masyarakat khususnya warga Melengan RT 08 akan kearifan lokal yang memiliki manfaat besar bagi warga. Metode yang digunakan adalah berupa pengenalan dasar Kampung Wisata dalam perkumpulan Minokaryo selanjutnya berupa penjelasan yang bersamaan dengan penayangan video-video pendek berkenaan dengan desa-desa yang telah berhasil mengembangkan kekayaan desanya menjadi objek wisata yang ramai. Hasil penulisan ini terdapat tiga kesimpulan. Pertama, partisipasi masyarakat akan program kampung wisata terlihat dari hadirnya 22 warga yang terdiri dari para bapak dan perwakilan remaja. Kedua, dalam sosialisasi Kampung Wisata, warga menyambut dengan baik dan turut mendukung program tersebut. Ketiga, warga dapat tergugah dan sadar bahwa potensi yang dimiliki daerahnya mampu menjadi objek wisata yang may be subject to copyright. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. APLIKASIA Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama ISSN 1411-8777 EISSN 2598-2176 Volume 18, Nomor 2, 2018 Page 109-116 ONLINE Membangun Pola Pikir Masyarakat Dalam Upaya Optimalisasi Kearifan Lokal Melengan Klumpit Kanigoro Saptosari Gunungkidul Melalui Program Kampung Wisata Mukhamad Yazid Afandi, Agus Khotibul Umam, Arif Himmawan, Christanto Arief Wibowo, Pramono Edy Siswanto, Arina Hasbana, Indra Restu Nurjati, Rina Putri Utami, Rizki Fardila, Septiana Trisnawati, Widya Resti Oktaviana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia Abstrak. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan oleh KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Angkatan 96 Kelompok 211 dengan bersinergi bersama Kepala Dukuh Dusun Klumpit berupa sosialisasi Kampung Wisata di Melengan RT 08, Dusun Klumpit, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Program Kampung Wisata difokuskan pada Melengan RT 08 dengan segala potensi yang dimiliki. Mulai dari potensi alam, budaya, sejarah, kuliner, dan kerajinan. Kesemua potensi tersebut tanpa disadari warga mampu mendongkrak perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan warga. Penyelenggaraan sosialisasi Kampung Wisata bertujuan untuk menyadarkan masyarakat khususnya warga Melengan RT 08 akan kearifan lokal yang memiliki manfaat besar bagi warga. Metode yang digunakan adalah berupa pengenalan dasar Kampung Wisata dalam perkumpulan Minokaryo selanjutnya berupa penjelasan yang bersamaan dengan penayangan video-video pendek berkenaan dengan desa-desa yang telah berhasil mengembangkan kekayaan desanya menjadi objek wisata yang ramai. Hasil penulisan ini terdapat tiga kesimpulan. Pertama, partisipasi masyarakat akan program kampung wisata terlihat dari hadirnya 22 warga yang terdiri dari para bapak dan perwakilan remaja. Kedua, dalam sosialisasi Kampung Wisata, warga menyambut dengan baik dan turut mendukung program tersebut. Ketiga, warga dapat tergugah dan sadar bahwa potensi yang dimiliki daerahnya mampu menjadi objek wisata yang menguntungkan. Kata kunci Kampung Wisata, Kearifan Lokal, Melengan. A. Pendahuluan Melengan RT 08 Dusun Klumpit merupakan sebuah dusun yang terletak di Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Dusun Klumpit memiliki delapan Rukun Tetangga RT dengan jumlah rumah sebanyak 320 rumah, dimana Melengan RT 08 memiliki 67 Kepala Keluarga KK. Letak geografis Dusun Klumpit dikelilingi oleh bukit-bukit batu dan hutan-hutan jati serta akasia dengan medan jalan yang naik turun dan berliku. Angin yang berhembus cukup kencang ketika siang hari dikarenakan letaknya yang tidak jauh dengan beberapa pantai seperti Pantai Ngrenehan, Nguyahan, Ngobaran, dan Ngeden. Mata pencaharian penduduk mayoritas adalah petani baik petani palawija dan petani rumput laut, peternak, dan nelayan. Tradisi-tradisi yang dilakoni oleh masyarakat masih sangat kental seperti adanya kegiatan Rasulan atau bersih desa dan peringatan satu suro dengan adanya labuhan sesajen di Pantai Ngrenehan. Mukhamad Yazid Afandi, et al. 110 APLIKASIA Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama, Vol. 18, No. 2, 2018 Potensi alam yang menjadi sumber kekayaan Dusun Klumpit salah satunya adalah Bukit Nganjir yang berlokasi di Melengan RT 08. Bukit ini masih dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tanah pertanian dan hutan tempat masyarakat mencari kayu bakar dan makanan ternak. Dari atas Bukit Nganjir terdapat pemandangan berupa hamparan pepohonan, bukit-bukit, rumah-rumah warga, dan laut. Selain Bukit Nganjir, Melengan juga memiliki gua yang bernama Gua Tembelang. Gua ini hanya diketahui oleh warga lokal dan biasanya digunakan oleh warga sebagai tempat untuk meminta hajat dengan menggunakan sesajen yang diletakkan di dalam gua. Praktik kejawen tersebut masih dilakoni warga hingga saat ini. Sebagaimana Mulder pernah menyatakan bahwa, “Betapapun dengan berubahnya zaman, kebudayaan dan identitas Jawa yang dasariah tidaklah banyak berubah dan orang-orang Jawa amat sadar dan bangga dengan kontinuitas kebudayaan mereka” Slamet Sutrisno 1985. Menurut pengakuan warga, kondisi di dalam gua sangat luas dengan stalaktit di langit-langit gua yang menyerupai lampu hias. Akses jalan yang naik turun berbatu dengan melewati ladang-ladang warga serta hutan jati yang mengakibatkan situs gua ini tidak banyak diketahui publik. Begitupun potensi sejarah yang tertanam di dalam Dusun Klumpit yang tidak hanya perlu untuk dilestarikan, namun juga perlu untuk dikenalkan pada khalayak umum sebagai bagian dari warisan sejarah. Salah satunya adalah keberadaan Patok Londo, yakni semacam tugu yang tertancap di puncak Bukit Nganjir yang hanya diketahui oleh masyarakat lokal sebagai peninggalan Belanda. Potensi kuliner dengan memanfaatkan hasil alam lokal Dusun Klumpit dalam cita rasa khas pedesaan Klumpit tentu akan menjadi panganan yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat Klumpit. Singkong atau ubi kayu dan pisang kepok merupakan hasil pertanian yang melimpah di Dusun Klumpit. Hampir setiap rumah memiliki tanaman tersebut dalam jumlah yang tidak sedikit. Olahan seperti tiwul nasi singkong, gatot singkong yang difermentasi, lemet, kripik singkong, kripik pisang, kripik rumput laut, dan tumis rumput laut dapat menjadi panganan khas sekaligus menjadi buah tangan wisatawan. Tidak hanya sajian makanan, namun juga minuman khas Dusun Klumpit yakni teh Goro-Goro yang disajikan menggunakan gula batu andalan warga Dusun Klumpit dalam wedangan minum teh. Hingga saat ini masyarakat hanya mengolah singkong menjadi gaplek singkong yang dikeringkan kemudian dijual pada pengepul untuk dijual kembali dengan harga yang tidak terlalu tinggi. Sayangnya masyarakat belum mampu untuk memanfaatkan berbagai potensi alam tersebut sebagai sarana wisata yang dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah. Hal tersebut dikarenakan minimnya pengetahuan masyarakat akan kekayaan alam di sekitar mereka yang dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari keuntungan. Sebagaimana ungkapan Kepala Dukuh Klumpit, bapak Giyanto dalam sebuah perkumpulan masyarakat, “Kula niku pengen pantai ten mriki didamel dados Bali ne Gunungkidul” Saya ingin agar pantai di sini dibuat seperti Balinya Gunungkidul. Sebagaimana yang diketahui bahwa Bali mampu menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang telah go international karena keelokan pantainya. Dalam hal ini Dusun Klumpit masih mengalami minimnya koordinasi dan pembimbingan terpadu yang menjadi permasalahan sehingga belum berjalannya program kampung wisata yang direncanakan. Oleh karena itu mahasiswa KKN angkatan 96 kelompok 211 Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta berinisiatif membantu dalam merubah mindset atau pola pikir masyarakat akan pemanfaatan potensi kearifan lokal yang tersembunyi di Dusun Klumpit khususnya Melengan RT 08. Usaha tersebut dalam upaya membantu memajukan dusun serta mensejahterakan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya manusia SDM seperti pemuda dan para orang tua untuk bersinergi membangun dusun. Memanfaatkan sumber daya alam SDA agar dapat dinikmati masyarakat luar dengan tetap menjaga keasrian dan kealamian sebagai kekhasan objek wisata yang dimiliki Melengan RT 08. B. Metodologi Pelaksanaan Warga Melengan RT 08 dengan jumlah 67 KK memiliki sebuah perkumpulan rutin yang diselenggarakan satu bulan sekali. Perkumpulan tersebut bernama Minokaryo. Minokaryo merupakan Membangun Pola Pikir Masyarakat Dalam Upaya Optimalisasi Kearifan Lokal … APLIKASIA Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama, Vol. 18, No. 2, 2018 111 perkumpulan yang mayoritas dihadiri para bapak Melengan RT 08 sebagai sarana menabung bagi warga khususnya dalam hal pertanian. Dalam perkumpulan tersebut, proses pengenalan dasar mengenai kampung wisata mulai dibicarakan kepada warga. Hal ini dilakukan dalam upaya membuka motivasi warga untuk bangkit dan membangun kampungnya. Kegiatan ini hanya sebatas pengenalan kepada warga mengenai kampung wisata dan strategi-strategi yang harus direncanakan dalam membangun kampung wisata. Penyatuan visi dan misi antar warga menjadi langkah awal dalam proses pembangunan. Proses pengenalan dibuka oleh Kepala Dukuh Klumpit, bapak Giyanto yang kemudian dilanjutkan oleh perwakilan mahasiswa untuk menjelaskan teknis selanjutnya mengenai program kampung wisata. Sebelumnya bapak Giyanto pernah melakukan presentasi mengenai kampung wisata yang direncanakannya, namun memperoleh tanggapan yang mengecewakan dari warga. Oleh karena itu akibat peristiwa tersebut, bapak Giyanto selaku Kepala Dukuh akan bersinergi dengan mahasiswa KKN dalam memberikan sosialisasi yang mudah dipahami kepada warga. Pada tanggal 26 Agustus 2018 pukul WIB sebuah pertemuan digelar di Melengan RT 08, kediaman bapak Watimin selaku ketua RT. Dalam forum yang dihadiri oleh 22 warga, seorang mahasiswa mulai dengan penjelasan mengenai kampung wisata. Contoh-contoh kampung wisata yang telah berhasil berkembang turut ditampilkan melalui pemutaran video singkat berdurasi enam menit menggunakan proyektor. Sebuah langkah awal dengan tujuan membuka hati dan pikiran warga mengenai kebermanfaatan dari program kampung wisata jika telah direalisasikan. Langkah ini dilakukan sebagai langkah utama agar dapat melaju pada tahap berikutnya berupa pembentukan keorganisasian yang akan mengendalikan program kampung wisata Melengan RT 08. C. Hasil dan Pembahasan Kegiatan sosialisasi diselenggarakan pada Minggu, 26 Agustus 2018 pukul WIB di kediaman ketua RT 08. Dengan jumlah warga sebanyak 22 orang yang mayoritas adalah para bapak dan perwakilan pemuda. Sosialisasi dibuka oleh pembawa acara dengan menyampaikan susunan acara dan memperkenalkan pembicara kepada warga. Dimana bapak Giyanto selaku kepala dukuh akan memberikan sambutan dan pada acara inti akan berkolaborasi dalam menyampaikan materi bersama Arif Himmawan yang merupakan penanggungjawab dalam program konsep kampung wisata. Definisi kampung wisata secara umum tidaklah ada, namun secara universal dari beberapa daerah yang mengembangkan program serupa diberi nama desa wisata. Namun karena cakupan desa yang sangat luas khususnya di Desa Kanigoro, maka kepala Dukuh bersama dengan mahasiswa KKN memutuskan untuk memperkecil wilayah yang akan dikembangkan menjadi desa wisata. Wilayah tersebut hanya sebatas Melengan RT 08. Oleh karena itu program ini pun diberi nama sebagai Kampung Wisata. Definisi dari desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. Wiendu Nuryanti 1993 Tahap selanjutnya adalah memberikan gambaran kepada warga berupa desa-desa wisata yang telah berhasil mengembangkan objek wisata di desanya. Seperti Desa Wisata Pulesari, Kabupaten Sleman, Yogyakarta yang mampu memanfaatkan kekayaan tumbuhan salak sehingga dapat menarik minat pengunjung untuk datang. Desa wisata Sidoakur yang terletak di Godean, Sleman, Yogyakarta yang berhasil mengembangkan objek wisata budaya dan lingkungannya. Desa wisata Kalibiru yang terletak di perbukitan Menoreh, Kulonprogo, Yogyakarta dan merupakan kawasan hutan yang dikelola oleh masyarakat. Dengan menyajikan pemandangan kalibiru nan elok yang dapat dilihat dari ketinggian Anonim Pada tahap ini warga dikenalkan dengan sistem 3P, yakni posisi berupa letak geografis desa, potensi berupa kondisi SDA dan SDM desa, dan prestasi yang berupa capaian yang dimiliki desa. Mukhamad Yazid Afandi, et al. 112 APLIKASIA Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama, Vol. 18, No. 2, 2018 Setelah melalui tahap pengenalan desa wisata, warga akan dijelaskan mengenai wisatawan yang akan berkunjung di kampung mereka. Kedatangan wisatawan tentunya dikarenakan rasa penasaran dan keinginan untuk menikmati objek wisata yang disuguhkan. Bukan hanya melihat keindahan alam, tetapi juga turut merasakan bagaimana masyarakat lokal menyambut kedatangan mereka dan memberikan pelayanan terbaiknya. Sehingga wisatawan merasa puas dan menimbulkan keinginan untuk berkunjung kembali. Bahkan jika kepuasan terpenuhi, mereka akan bercerita kepada sanak saudara maupun teman untuk merekomendasikan objek wisata yang mereka kunjungi. Bentuk kegiatan wisata maupun paket wisata seperti merasakan suasana kehidupan kampung dengan ragam adat istiadat warganya, tinggal dan berbaur bersama penduduk dengan merasakan kesederhanaan ala kampung, dan menikmati suguhan kuliner tradisional yang dapat memberikan kesan cita rasa tersendiri bagi para wisatawan. Kegiatan sehari-hari masyarakat seperti bertani atau bercocok tanam, beternak dengan memberi makan hewan ternak, membuat kerajinan dari kerang, dan menyaksikan pertunjukan khas Dusun Klumpit seperti Reog dapat menjadi kegiatan andalan dalam kampung wisata Melengan. Berikut merupakan potensi-potensi wisata yang dimiliki Melengan RT 08 Objek Wisata Alam Puncak Nganjir yang direncanakan oleh kepala Dukuh Klumpit untuk dapat menjadi objek wisata yang menyerupai Puncak Becici serta keberadaan Pantai Pringjono di Melengan merupakan salah satu pantai yang belum terjamah oleh wisatawan. Sehingga masih sangat mudah untuk ditemui biota-biota laut di sekitar bibir pantai. Selain itu terdapat objek wisata alam buatan Melengan yakni Telaga Melengan yang terletak tepat di pinggir jalan utama Dusun Klumpit. Sehingga sangat mudah untuk ditemui oleh wisatawan. Kesemua calon objek wisata tersebut turut disosialisasikan kepada warga akan potensi yang dimiliki dan bagaimana nantinya melalui objek-objek tersebut mampu mendongkrak perekonomian masyarakat lokal. Gambar 1. A. Bukit Nganjir, B. Pantai Pringjono, C. Telaga Melengan. Sumber Dok. Pribadi Warga dijelaskan bahwa melalui objek wisata tersebut, warga dapat memperoleh pemasukan yang berasal dari tiket masuk, biaya parkir kendaraan, sarana kamar mandi umum, home stay, dan biaya selfie jika warga berinisiatif menciptakan sarana selfie yang unik sehingga menarik perhatian wisatawan. Objek Wisata Budaya Objek wisata budaya dapat diciptakan melalui warisan-warisan budaya yang dimiliki Melengan. Seperti adanya Rasulan atau bersih desa. Rasulan atau bersih desa diselenggarakan oleh warga Melengan dengan berpusat di kediaman Ketua RT dengan menyuguhkan berbagai macam panganan hasil pertanian warga. Seperti nasi beserta lauk pauk berupa mi goreng, sambal goreng, tahu dan tempe bacem, ingkung ayam kampung yang direbus, ketan, pisang, krupuk dan peyek. Kesemua makanan tersebut akan didoakan oleh seorang yang dituakan oleh masyarakat. Kemudian makanan akan dinikmati secara bersama-sama dan dibagi kepada warga secara merata untuk dibawa pulang. Membangun Pola Pikir Masyarakat Dalam Upaya Optimalisasi Kearifan Lokal … APLIKASIA Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama, Vol. 18, No. 2, 2018 113 Melengan juga memiliki kesenian daerah Reog yang dilakoni oleh perempuan-perempuan yang mayoritas masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama SMP dan Sekolah Dasar SD. Kesenian ini mampu menjadi suguhan hiburan kepada para wisatawan yang berkunjung di Melengan. Gambar 2. A. Kebudayaan Rasulan Melengan, B. Kesenian Reog. Sumber Dok. Pribadi Objek Wisata Sejarah Melengan memiliki warisan sejarah yang patut untuk dilestarikan dan diperkenalkan pada khalayak umum. Karena hingga saat ini tidak banyak masyarakat dari luar Dusun Klumpit yang mengetahui mengenai objek sejarah di dusun tersebut. Dengan adanya pengenalan objek sejarah, maka pengetahuan masyarakat akan semakin bertambah mengenai peninggalan sejarah Indonesia. Objek sejarah tersebut diantaranya Patok Londo yang merupakan tugu peninggalan Belanda dan terletak di Puncak Nganjir serta petilasan atau makam kramat yang terletak di tengah hutan jati. Makam tersebut adalah makam tua yang sarat akan cerita-cerita mistis masyarakat sekitar dan hingga saat ini masih dipelihara. Wisata Kuliner Kuliner tradisional khas Melengan seperi tiwul, gatot, lemet, tumis rumput laut, kripik rumput laut, kripik pisang dan teh goro-goro menjadi andalan Melengan dan Dusun Klumpit secara umum. Sehingga keseluruhan kuliner tersebut sangat mudah ditemui. Tentunya dengan sistem pengemasan yang apik, kemungkinan besar akan mampu menarik konsumen ataupun wisatawan. Gambar 3. A. Tumis Rumput Laut Sumber Dok. Pribadi, B. Teh Goro-Goro. Sumber Kerajinan Warga Melengan mayoritas bermatapencaharian sebagai petani, peternak, dan nelayan. Namun disamping ketiga profesi tersebut, para perempuan Melengan pun memiliki keterampilan membuat kerajinan berbahan baku dari barang bekas seperti botol, kerajinan cenderamata berbahan baku cangkang kerang, dan membuat kue. Keterampilan tersebut mereka pelajari melalui program pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga dan KKN UIN Sunan Kalijaga yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2018. Mukhamad Yazid Afandi, et al. 114 APLIKASIA Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama, Vol. 18, No. 2, 2018 Melalui keterampilan yang dimiliki oleh para perempuan tersebut tentunya mampu menjadi bagian dari penggerak program kampung wisata. Para wisatawan akan sangat membutuhkan cenderamata yang dapat dijadikan sebagai buah tangan. Gambar 4. A. Warga dan hasil kerajinan berbahan baku botol bekas, B. Kukis Kacang “Klumpit Cake”, C. Bolu “Klumpit Cake”. Sumber Dok. Pribadi Setelah melalui proses pengenalan akan potensi yang dimiliki desa, warga diarahkan untuk dapat membentuk organisasi-organisasi yang nantinya dapat mengelola kampung wisata. Diantaranya POKDARWIS Kelompok Sadar Wisata yang berperan mensosialisasikan Sapta Pesona, lembaga pengelola kampung wisata bentukan tokoh-tokoh masyarakat dan membentuk Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga AD/ART. Pengembangan kelembagaan atau keorganisasian dalam rangka pelaksanaan kampung wisata perlu dilakukan dengan pendekatan partisipatif. Masyarakat tidak dijadikan sebagai objek pembangunan belaka, tetapi menjadi subjek yang ikut menentukan keberhasilan sebuah program pembangunan yang dilaksanakan. Masyarakat diberi kewenangan dan otoritas untuk terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, hingga pemanfaatan hasil Sutaryono dalam Aristiono Nugroho, dkk 2015. Melalui program kampung wisata ini, dimana lokasi Melengan RT 08 dengan segala potensi di dalamnya baik SDA maupun SDM dapat lebih tertata. Masyarakat Melengan akan lebih produktif dengan mengelola kampung mereka secara bersama-sama bahkan mampu meningkatkan kesejahteraan kampung dan warganya. Pengimplementasian kampung wisata tentunya membutuhkan kesiapan warga baik dalam hal pelayanan, etika, dan pembenahan kampung sehingga mampu merefleksikan sebagai tempat wisata. Pelatihan-pelatihan yang ditujukan kepada warga berupa pelatihan kepariwisataan baik cara menerima tamu, menyajikan makanan, kebersihan tempat wisata dan penataan home stay. Tahapan-tahapan tersebut dapat dilakukan ketika masyarakat di kawasan Melengan RT 08 saling percaya satu sama lain dan mempunyai semangat untuk saling mendukung dan bekerjasama. Apabila hal ini terwujud, maka selanjutnya secara formal dapat dibentuk komunitas berdasarkan objek wisata yang dikelola. Misalkan saja komunitas pemandu wisata Bukit Nganjir. Apabila sudah terbentuk dan mampu membangun jejaring, maka secara formal dapat dikukuhkan menjadi kampung wisata Aristiono Nugroho, dkk 2015. D. Kesimpulan dan Saran 1. Kesimpulan Berdasarkan uraian pada pembahasan di atas, maka penulis menarik kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat sebagai berikut a Partisipasi masyarakat akan program kampung wisata terlihat dari hadirnya 22 warga yang terdiri dari bapak-bapak dan perwakilan remaja. b Dalam sosialisasi kampung wisata yang diselenggarakan, warga menyambut dengan baik dan turut mendukung program kampung wisata. Membangun Pola Pikir Masyarakat Dalam Upaya Optimalisasi Kearifan Lokal … APLIKASIA Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama, Vol. 18, No. 2, 2018 115 c Warga dapat tergugah dan sadar bahwa potensi yang dimiliki daerahnya mampu menjadi objek wisata yang menghasilkan keuntungan. 2. Saran Berikut ini penulis menyampaikan saran agar penulisan ini memiliki kebermaknaan. Dalam sosialisasi kampung wisata yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, tidak semua warga Melengan RT 08 dapat hadir dalam acara tersebut. Oleh karena itu demi terlaksananya program kampung wisata, Kepala Dukuh dapat bersinergi dengan pemerintah yakni Dinas Kepariwisataan dalam memberikan pembekalan kepada warganya mengenai kampung wisata. Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Kepala Dukuh Dusun Klumpit, Bapak Giyanto beserta perangkat desa yang telah membimbing kegiatan Kuliah Kerja Nyata KKN UIN Sunan Kalijaga Angkatan 96 Kelompok 211. Ucapan terima kasih juga turut kami sampaikan kepada masyarakat Dusun Klumpit yang telah membantu berjalannya program-program kerja yang telah kami selenggarakan. Dan tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada bapak H. Yazid Afandi selaku Dosen Pembimbing Lapangan DPL. Mukhamad Yazid Afandi, et al. 116 APLIKASIA Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama, Vol. 18, No. 2, 2018 DAFTAR PUSTAKA Sutrisno, Slamet. 1985. Sorotan Budaya Jawa Dan Yang Lainnya. Yogyakarta Andi Offset. Nugroho, Aristiono, dkk. 2015. Ecotourism Lereng Merapi Pasca Konsolidasi Tanah. Yogyakarta STPN Press. Wawancara kepada Ibu Surani selaku warga Melengan RT 08. Wawancara kepada Bapak Giyanto selaku kepala Dusun Klumpit. Nuryanti, Wiendu. 1993. Concept, Perspective and Challenges, makalah bagian dari Laporan Konferensi Internasional mengenai Pariwisata Budaya. Yogyakarta Gadjah Mada University Press. Anonim. 2017. Desa Wisata Kalibiru. ... Identifikasi potensi sumberdaya alam dapat dilakukan dengan memanfaatkan peta rupabumi serta data-data statistik yang didapatkan dari hasil survey di beberapa lokasi tertentu Witomo & Ramadhan, 2018. Untuk selanjutnya, dilakukan integrasi data sekunder dengan data hasil prosesing Afandi et al., 2018. Potensi yang dimiliki adalah potensi sumberdaya alam di sektor pertanian dan kelautan. ... Dinik Fitri PangestutiArum Nur AfifahWigati Restu RahayuSaptosari merupakan kecamatan yang terletak di kabupaten Gunungkidul propinsi DIY. Kecamatan Saptosari memiliki potensi alam yaitu pantai yang dapat dikembangkan menjadi objek wisata. Namun untuk mengembangkan wilayah terebut menjadi objek wisata diperlukan beberapa infratruktur termasuk diantaranya pusat oleh-oleh dan kesenian tradisional. Untuk itu perlu dilakukan pembinaan terhadap masyarakat setempat agar memiliki jiwa entrepreneurship dan skill untuk mengembangkan produk agar dapat mendukung dan mengembangkan potensi yang ada. Kegiatan pemberdayaan masyarakat dilakukan selama kurun waktu dua bulan dengan beberapa tahap pemberdayaan diawali dengan Focus Group Discussion untuk merumuskan tindakan bersama, kemudian pelatihan pembuatan produk dan pertanian terpadu, pelatihan marketing kemudian ditutup dengan festival yang sekaligus menjadi acara pembukaan wisata pantai Nguyahan di Saptosari. Hasil dari kegiatan pemberdayaan tersebut adalah terwujudnya produk daerah, meningkatnya hasil panen singkong dan terbukanya daerah wisata Budaya Jawa Dan Yang LainnyaSlamet SutrisnoSutrisno, Slamet. 1985. Sorotan Budaya Jawa Dan Yang Lainnya. Yogyakarta Andi kepada Ibu Surani selaku warga Melengan RT 08. Wawancara kepada Bapak Giyanto selaku kepala Dusun Klumpit. Nuryanti, Wiendu. 1993. Concept, Perspective and Challenges, makalah bagian dari Laporan Konferensi Internasional mengenai Pariwisata BudayaAristiono NugrohoNugroho, Aristiono, dkk. 2015. Ecotourism Lereng Merapi Pasca Konsolidasi Tanah. Yogyakarta STPN Press. Wawancara kepada Ibu Surani selaku warga Melengan RT 08. Wawancara kepada Bapak Giyanto selaku kepala Dusun Klumpit. Nuryanti, Wiendu. 1993. Concept, Perspective and Challenges, makalah bagian dari Laporan Konferensi Internasional mengenai Pariwisata Budaya. Yogyakarta Gadjah Mada University Press. 2017. Desa Wisata Kalibiru. Perspective and Challenges, makalah bagian dari Laporan Konferensi Internasional mengenai Pariwisata BudayaWiendu NuryantiNuryanti, Wiendu. 1993. Concept, Perspective and Challenges, makalah bagian dari Laporan Konferensi Internasional mengenai Pariwisata Budaya. Yogyakarta Gadjah Mada University Press. Mindset atau pola pikir adalah kata-kata yang pastinya sering kamu apakah kamu benar-benar paham tentang apa itu mindset? Banyak orang yang berkata bahwa mindset merupakan hal penting untuk menentukan kesuksesan. Sebenarnya, mindset seperti apa yang perlu dimiliki sebagai profesional di dunia kerja? Lalu, bagaimana cara memiliki mindset yang dibutuhkan itu? Tak usah bingung, karena Glints akan menjelaskannya untukmu di artikel ini secara lengkap. Yuk, langsung saja simak pembahasannya di sini! Apa Itu Mindset? © Menurut Verywell Mind, mindset adalah sekumpulan kepercayaan atau pemikiran yang membentuk bagaimana kamu melihat dunia dan diri sendiri. Mindset atau pola pikir inilah yang memengaruhi pikiran, perasaan, dan tindakanmu dalam kehidupan sehari-hari. Di dunia ini, tentunya ada berbagai macam pemikiran. Akan tetapi, pada umumnya pola pikir terbagi atas dua kelompok besar, yaitu fixed mindset dan growth mindset. Fixed mindset Pola pikir fixed mindset berarti tetap. Oleh karena itu, jika memiliki pola pikir ini, kamu percaya bahwa kemampuanmu adalah suatu hal yang tetap. Dengan begitu, pemilik fixed mindset cenderung berpikir bahwa perubahan adalah suatu yang sulit. Orang-orang dengan pola pikir seperti ini juga sering berpikir bahwa talenta dan kecerdasan adalah penentu kesuksesan tanpa mempertimbangkan faktor usaha. Growth mindset Pola pikir ini adalah kebalikan dari fixed mindset. Pemilik growth mindset selalu percaya bahwa talenta dan kemampuan bisa diasah sedikit demi sedikit dengan usaha dan keteguhan. Jadi, menurut pola pikir ini, kesuksesan bisa dicapai kalau berusaha. Kira-kira, mana yang kamu miliki? Baik pemilik growth mindset maupun fixed mindset tetap harus berusaha untuk mengembangkan diri, baik dari segi hard skill maupun soft skill. Untuk itu, Glints punya banyak kelas menarik yang dibawakan pakar di Glints ExpertClass. Kamu bisa memilih berbagai topik untuk meningkatkan nilai diri agar menjadi profesional yang keren. Yuk, cek kelas-kelasnya dengan klik tombol di bawah ini dan langsung beli tiketnya! CARI KELAS Mengapa Mindset Perlu Diasah untuk Karier? © Sources of Light menyebutkan bahwa mindset bisa memaksimalkan potensi diri. Selain itu, mindset juga memiliki peran sangat penting dalam proses kita menyelesaikan berbagai masalah dalam hidup. Carol S. Dweck, percaya bahwa pola pikir yang baik sangat penting diasah bagi semua orang. Pola pikir positif bisa membangun rasa ingin tahu dan semangat belajar yang tinggi. Tentunya, pola pikir yang tepat bisa membuatmu lebih kuat menghadapi tantangan dan tidak mudah menyerah. Dalam pekerjaan, pastinya kamu akan menghadapi berbagai konflik dan masalah. Untuk itu, perlu pola pikir yang kuat agar bisa jadi gigih dalam menempuh segalanya. Dengan begitu, kamu bisa membuktikan kualitasmu sebagai seorang individu. Mengutip Positive Psychology, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa kegigihan merupakan modal penting untuk kesuksesan. Sukses tak hanya dalam karier, tetapi juga dalam hidup secara keseluruhan. Faktor yang Memengaruhi Mindest © Mindset tidak terbentuk begitu saja. Ada beragam faktor internal maupun eksternal yang dapat memengaruhinya. Berikut adalah beberapa faktor tersebut menurut Fearless Business Boss. 1. Kepribadian Salah satu pengaruh dari dalam diri terhadap mindset seseorang adalah kepribadiannya. Ada beberapa kepribadian yang punya kecenderungan untuk membuat seseorang memiliki mindset negatif dan begitu juga sebaliknya. Meski begitu, kamu bisa mengatasinya dengan melatih dirimu untuk melihat suatu hal dari sisi positif terlebih dahulu. Sehingga, hal tersebut dapat membantumu untuk memiliki persepsi dan mindset positif. 2. Lingkungan sekitar Faktor lain yang dapat memengaruhi mindset adalah lingkungan sekitar. Pengaruh ini datang dari rekan kerja, sahabat, dan bahkan manajermu. Tentu, kamu akan memiliki mindset negatif jika lingkungan sekitarmu diisi oleh teman atau rekan kerja yang terus berpikiran negatif juga. Mindset-mu juga akan turut menjadi negatif dan lebih rentan merasa stres serta frustrasi saat bekerja ketika ruangan atau meja kerjamu berantakan. Sebaliknya, kamu akan memiliki mindset positif dan tidak mudah terkena stres ketika orang di sekitarmu turut berpikiran positif serta ruangan kerjamu selalu bersih. 3. Keluarga Faktor lain yang dapat memengaruhi mindset-mu, baik itu positif atau negatif, adalah keluarga. Setiap orang tentu akan mengalami masa kecil dalam hidupnya. Di sinilah, peran penting keluarga dalam membentuk mindset seseorang. Ketika seseorang memiliki masa kecil yang sulit karena keluarganya, ada kemungkinan terbentuk mindset negatif ketika dewasa. Jika hal ini terjadi, salah satu hal yang dapat membantumu mengubah mindset negatif menjadi positif adalah dengan memaafkan. Meskipun sulit, hal ini akan membantumu untuk menatap ke depan dan melepas diri dari hal-hal yang menghantuimu di masa lalu. 4. Pendidikan Pendidikan juga dapat menjadi salah satu faktor yang membentuk mindset seseorang. Seseorang yang mengenyam pendidikan dengan sungguh-sungguh akan membuat dirinya memiliki mindset positif. Hal ini karena ia yakin bahwa kerja keras yang dilakukannya dapat membuatnya terus berkembang. Di sisi lain, seseorang akan mengadopsi mindset negatif ketika ia tidak menjalani pendidikannya dengan serius. Sehingga, hal tersebut membuatnya sulit untuk berkembang sebagai seorang manusia. 5. Bagaimana kamu memandang diri sendiri Faktor lain yang dapat memengaruhi terbentuknya mindset adalah bagaimana kamu memandang dirimu sendiri. Ketika kamu melihat dirimu secara positif terlepas rintangan yang dihadapi, hal ini akan membuatmu mengadopsi mindset yang baik dan membantumu untuk berkembang. Sebaliknya, kamu akan kesulitan untuk berkembang ketika melihat dirimu sendiri secara negatif. Hal ini pun akan membuatmu turut mengadopsi mindset negatif. Contoh Mindset Positif yang Bermanfaat Dimiliki © Melansir Inc, berikut adalah beberapa mindset yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari. 1. Kesalahan itu wajar Orang-orang yang sukses cenderung dapat melihat kesalahan sebagai kesempatan untuk belajar dan mengulang lagi. Hanya saja, kesempatan selanjutnya harus dilakukan dengan lebih cerdas. Individu dengan growth mindset akan dapat menikmati belajar dari kesalahan dan menikmati tantangan sambil mengambil sisi positif dari hal negatif ini. Tentunya, pada akhirnya kamu harus menghindari melakukan kesalahan, apalagi jika berulang-ulang. 2. Berani mengambil risiko Menurut Entrepreneur, salah satu mindset yang dimiliki orang sukses adalah “no risk, no reward“. Tanpa berani mengambil risiko, kamu akan sulit mendapatkan pencapaian yang memuaskan. Dalam karier, penting untuk berani beranjak dari zona nyaman untuk terus berkembang. 3. Kerja untuk belajar Memang, kita bekerja pada dasarnya untuk mencari uang. Hanya saja, jika setiap hari kita hanya berangkat untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan atasan lalu pulang tanpa belajar, ini bukanlah hal yang baik. Selama berkarier, kamu harus berkembang baik secara pribadi maupun dari segi skill. Oleh karena itu, mindset yang tak kalah penting untuk dimiliki lainnya adalah bekerja untuk belajar. Terus asah kemampuanmu dari berbagai sumber, mulai belajar secara mandiri lewat membaca buku atau ikut kelas online hingga langsung berguru dari senior-seniormu. Pastikan kamu tidak terjebak di level yang sama meski sudah bertahun-tahun bekerja. 4. Selalu ingin tahu Selalu ingin tahu banyak hal dalam konteks positif merupakan mindset yang juga penting dimliki. Pola pikir ini berhubungan dengan kemauanmu belajar dan terus berkembang. Mempertanyakan banyak hal dan berusaha untuk memahaminya adalah salah atu ciri-ciri dari growth mindset. Pasalnya, kamu berarti memiliki keinginan untuk terus memperkaya dirimu dengan pengetahuan baru. 5. Selalu bersyukur Pola pikir positif ini akan membuatmu lebih bahagia dan optimis. Meskipun ada banyak tantangan dalam perjalanan kariermu, kamu akan dapat melaluinya dengan baik dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik pada akhirnya. Kamu bisa melatih pola pikir ini dengan menulis hal apa yang kamu syukuri setiap harinya. Paling tidak, tuliskanlah satu hal. Dengan terus konsisten melakukan ini, otakmu akan terlatih untuk lebih menghargai apa yang kamu punya dibanding terus berharap lebih. Nah, itu tadi adalah rangkuman dari Glints soal mindset yang begitu penting untuk perkembangan diri dan kesuksesanmu dalam dunia kerja. Menurutmu, apakah mindset-mu saat ini sudah baik? Kalau belum, tak perlu berkecil hati. Pasalnya, tidak ada kata terlambat untuk mengasah pola pikir yang bisa membawamu sukses dalam karier. Yang penting, kamu terus belajar. Jadi, mulailah sedini mungkin, ya! What Is a Mindset and Why It Matters What is Mindset? 7 Ways the Most Successful People Think Differently From Everyone Else Perseverance in Psychology 4 Activities to Improve Perseverance 8 Mindsets That Will Set You on the Path to Success 7 Factors That Influence Your Mindset

pembangunan pola pikir dapat diasah melalui